21. Hal-hal yang
kita memohon perlindungan darinya di dalam salat
-
Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Aku mendengar Rasulullah saw. selalu memohon perlindungan dari fitnah Dajjal dalam salatnya. (Shahih Muslim No.923) -
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Bila salah seorang kalian sedang duduk tahiyat, hendaklah ia memohon perlindungan kepada Allah dari empat perkara. Lalu beliau berdoa: "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon perlindungan kepada-Mu dari siksa neraka Jahanam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian serta dari fitnah jahat Masih Dajjal". (Shahih Muslim No.924) -
Hadis riwayat Aisyah ra., istri Nabi saw.:
Bahwa Rasulullah saw. dalam salatnya berdoa: "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon perlindungan kepada-Mu dari siksa kubur. Aku mohon perlindungan kepada-Mu dari fitnah Masih Dajjal. Aku mohon perlindungan kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian. Ya Allah, aku mohon perlindungan kepada-Mu dari dosa dan utang". Seseorang berkata kepada beliau: Betapa seringnya baginda memohon perlindungan dari beban utang ya Rasulullah. Rasulullah saw. menjawab: Sesungguhnya, seseorang bila utang, maka ia akan berbicara lalu bohong. Berjanji lalu ingkar. (Shahih Muslim No.925)
22. Sunat
berzikir sesudah salat dan cara berzikir
-
Hadis riwayat Mughirah bin Syu`bah ra.:
Dari Warrad, hamba Mughirah bin Syu`bah, ia berkata: Mughirah bin Syu`bah menulis surat kepada Muawiyah menjelaskan bahwa Rasulullah saw. ketika selesai salat dan mengucapkan salam, beliau berdoa: "Tidak ada Tuhan selain Allah yang tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kekuasaan dan segala puji. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak akan ada yang dapat menghalangi apa yang Engkau berikan, tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau cegah dan tidak akan bermanfaat kekayaan seorang kaya kecuali atas kehendak-Mu". (Shahih Muslim No.933) -
Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa fakir miskin Muhajirin datang menemui Rasulullah saw. dan berkata: Orang-orang kaya telah pergi dengan derajat yang tinggi dan nikmat yang kekal. Rasulullah bertanya: Apa itu gerangan? Mereka menjawab: Mereka salat seperti kami salat, mereka puasa seperti kami puasa. Tetapi mereka bersedekah sedang kami tidak sanggup, mereka mampu memerdekakan budak sementara kami tidak mampu. Rasulullah saw. bersabda: Maukah kalian aku ajarkan sesuatu yang dapat membuat kalian mengejar orang-orang yang mendahului kalian dan yang dapat membuat kalian mendahului orang-orang yang sesudah kalian? Tidak ada seorang pun di antara kalian yang lebih utama kecuali ia melakukan seperti yang engkau lakukan. Mereka menjawab: Tentu, ya Rasulullah. Rasulullah bersabda: Kalian baca tasbih (subhhaabnallah), takbir (Allahu akbar) dan tahmid (alhamdu lillah) setiap selesai salat sebanyak tiga puluh tiga kali. (Shahih Muslim No.936)
23. Lafal yang
dibaca antara takbiratul ihram dan Al-Fatihah
-
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Ketika selesai takbir Rasulullah saw. diam sejenak sebelum membaca Al-Fatihah. Aku bertanya: Wahai Rasulullah, demi Allah. Apa yang engkau katakan saat diam antara takbiratul ihram dan Al-Fatihah? Beliau menjawab: Yang aku baca: Ya Allah, pisahkanlah aku dan dosa-dosa seperti Engkau memisahkan timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari dosa seperti baju putih yang telah dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, sucikanlah aku dari dosa dengan salju, air dan es. (Shahih Muslim No.940)
24. Sunat
melakukan salat dengan tenang dan larangan salat dengan tergesa-gesa
-
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Jika salat telah dimulai, janganlah engkau mendatanginya dengan berlari. Datangilah dengan berjalan. Dan tenanglah. Salatlah rakaat yang engkau dapatkan (jamaah) dan sempurnakanlah rakaat yang terlambat. (Shahih Muslim No.944) -
Hadis riwayat Abu Qatadah ra., ia berkata:
Tatkala kami sedang salat bersama Rasulullah saw. tiba-tiba beliau mendengar sebuah suara gaduh. Rasulullah saw. bertanya: Apa yang terjadi dengan kalian? Para sahabat menjawab: Kami tadi tergesa-gesa mengejar salat. Rasulullah saw. bersabda: Jangan engkau berbuat demikian, apabila engkau mendatangi salat, maka engkau harus bersikap tenang. Salatlah pada rakaat yang engkau dapati dan sempurnakan rakaat yang terlambat. (Shahih Muslim No.948)
25. Bila saatnya
orang berdiri untuk salat
-
Hadis riwayat Abu Qatadah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Apabila salat telah diiqamati, janganlah engkau berdiri sebelum kalian melihatku. (Shahih Muslim No.949) -
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Ketika salat telah diiqamati. Kami berdiri dan meratakan barisan sebelum Rasulullah saw. hadir di antara kami. Kemudian Rasulullah saw. datang. Pada saat berdiri di tempat salatnya, sebelum bertakbir, beliau mengingatkan sesuatu, lalu pergi sambil bersabda: Tetaplah di tempat kalian. Kami tetap berdiri menanti beliau. Kemudian beliau datang, beliau mandi dan menyiram kepalanya dengan air. Setelah itu beliau takbir dan mengimami salat kami. (Shahih Muslim No.950) -
Hadis riwayat Jabir Samurah ra., ia berkata:
Bilal selalu mengumandangkan azan ketika tergelincir matahari (Zuhur). Dia tidak mengumandangkan iqamat sebelum Rasulullah saw. datang. Ketika Rasulullah saw. datang, Bilal mengumandangkan iqamat. (Shahih Muslim No.953)
26. Siapa yang
mendapat satu rakaat dalam salat berjamaah, maka ia telah mendapatkan salat
jamaah
-
Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang mendapat satu rakaat dalam salat bersama imam, maka ia telah mendapatkan salat jamaah. (Shahih Muslim No.954)
27. Waktu-waktu
salat fardu
-
Hadis riwayat Abu Masud ra., ia berkata:
Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Jibril pernah turun waktu salat dan mengimami salatku. Aku pun salat bersamanya. Kemudian aku salat bersamanya. Kemudian aku salat bersamanya. Kemudian salat bersamanya. Kemudian salat bersamanya. Beliau menghitung lima kali salat dengan jari-jarinya. (Shahih Muslim No.959) -
Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Nabi saw. salat Asar pada saat sinar matahari masuk menerangi kamarku dan bayangannya belum hilang. (Shahih Muslim No.961)
28. Sunat
menangguhkan salat Zuhur ketika hari sangat panas
-
Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Apabila hari sangat panas, maka tangguhkanlah salat hingga dingin, karena sesungguhnya terik panas adalah sebagian dari didihan api neraka Jahanam. (Shahih Muslim No.972) -
Hadis riwayat Abu Zar ra., ia berkata:
Seorang muazin Rasulullah saw. mengumandangkan azan salat Zuhur. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: Tangguhkan, tangguhkan. (Atau) tunggu sebentar, tunggu sebentar. Lalu sabda beliau: Sesungguhnya panas yang menyengat adalah bagian dari didihan uap neraka Jahanam. Apabila hari sangat panas, tangguhkanlah salat sampai dingin. (Shahih Muslim No.976) -
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Neraka mengadu kepada Tuhannya. Kata neraka: Ya Tuhanku, sebagianku memakan sebagian yang lain. Allah lalu mengizinkan neraka untuk menghembuskan dua nafas, nafas pada musim dingin dan nafas pada musim panas. Nafas yang kedua adalah hawa paling panas yang biasa yang engkau rasakan. Nafas yang pertama adalah hawa paling dingin yang engkau rasakan. (Shahih Muslim No.977)
29. Sunat
melakukan salat Zuhur tepat waktu ketika hari tidak terlalu panas
-
Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Kami pernah salat bersama Rasulullah saw. di hari yang sangat panas. Jika salah seorang kami tidak tahan meletakkan dahinya pada tanah, maka ia menggelar pakaiannya dan sujud di atasnya. (Shahih Muslim No.983)
30. Sunat salat
Asar tepat pada waktu
-
Hadis riwayat Anas bin Malik ra.:
Bahwa Rasulullah saw. pernah melakukan salat Asar ketika matahari masih tinggi dan masih berwarna putih menyilaukan. Kemudian seseorang pergi ke desa sekitar Madinah dan ketika sampai di desa tersebut, matahari masih tinggi (belum sampai waktu Magrib). (Shahih Muslim No.984) -
Hadis riwayat Anas bin Malik ra.:
Dari Abu Umamah, bahwa ketika ia (Abu Umamah) baru selesai salat Zuhur, ia datang ke rumah Anas bin Malik di Basrah. Rumahnya di samping mesjid. Ketika kami masuk ke rumahnya, ia (Anas) bertanya: Apakah kalian sudah salat Asar? Kami menjawab: Kami baru saja salat Zuhur. Lalu Anas berkata: Kerjakanlah salat Asar. Maka kami pun melakukan salat. Ketika kami selesai salat, Anas berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Itulah salat orang munafik, ia duduk sambil menunggu matahari, sampai ketika matahari berada di dua tanduk setan (kiasan untuk dekatnya waktu terbenam matahari), ia bergegas bangkit dan salat (Asar) empat rakaat dengan cepat tanpa banyak mengingat Allah. (Shahih Muslim No.987) -
Hadis riwayat Rafi` bin Khadij ra., ia berkata:
Kami pernah salat Asar bersama Rasulullah saw. Kemudian unta sembelihan dipotong dan dibagi-bagi menjadi sepuluh bagian. Kemudian dimasak, lalu kami makan daging yang matang sebelum terbenam matahari. (Shahih Muslim No.990)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berhati-hati berkomentar sobat. Ini pesan saya