11. Menerangkan jumlah cabang iman, yang paling tinggi dan
yang paling rendah, keutamaan malu dan bahwa malu termasuk iman
-
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Iman itu ada tujuh puluh cabang lebih. Dan malu adalah salah satu cabang iman. (Shahih Muslim No.50) -
Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata:
Nabi saw. mendengar seseorang menasehati saudaranya dalam hal malu, lalu Nabi saw. bersabda: Malu adalah bagian dari iman. (Shahih Muslim No.52) -
Hadis riwayat Imran bin Husaini ra., ia berkata:
Nabi saw. pernah bersabda: Malu itu tidak datang kecuali dengan membawa kebaikan. (Shahih Muslim No.53)
12. Menerangkan keutamaan Islam dan ajarannya yang paling
utama
-
Hadis riwayat Abdullah bin Amru ra., ia berkata:
Seseorang bertanya kepada Rasulullah saw. Islam manakah yang paling baik? Rasulullah saw. bersabda: Memberikan makanan, mengucap salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal. (Shahih Muslim No.56) -
Hadis riwayat Abdullah bin Amru bin Ash ra., ia berkata:
Seseorang bertanya kepada Rasulullah saw: Orang Islam manakah yang paling baik? Rasulullah menjawab: Orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya. (Shahih Muslim No.57) -
Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata:
Aku pernah bertanya: Wahai Rasulullah, Islam manakah yang paling utama? Rasulullah saw. bersabda: Orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya. (Shahih Muslim No.59)
13. Menerangkan sikap-sikap yang mendatangkan manisnya
iman
-
Hadis riwayat Anas ra., ia berkata:
Nabi saw. bersabda: Ada tiga hal yang barang siapa mengamalkannya, maka ia dapat menemukan manisnya iman, yaitu orang yang lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya daripada yang lain, mencintai orang lain hanya karena Allah, tidak suka kembali ke dalam kekufuran (setelah Allah menyelamatkannya) sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam neraka. (Shahih Muslim No.60)
14. Wajib lebih mencintai rasulullah saw. dari keluarga,
anak, orang-tua dan semua manusia, serta memastikan bahwa seseorang yang tidak
memiliki cinta semacam ini berarti tidak ada iman dalam dirinya
-
Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Nabi saw. bersabda: Seorang hamba (dalam hadis Abdul Warits, seorang laki-laki) tidak beriman sebelum aku lebih dicintainya dari keluarganya, hartanya dan semua orang. (Shahih Muslim No.62)
15. Dalil sebagian dari iman adalah cinta seseorang kepada
sesama muslim seperti ia mencintai dirinya sendiri
-
Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Nabi saw. bersabda: Salah satu di antara kalian tidak beriman sebelum ia mencintai saudaranya (atau beliau bersabda: tetangganya) seperti mencintai diri sendiri. (Shahih Muslim No.64)
16. Sunat memuliakan tetangga dan tamu, berdiam diri kecuali
untuk kebaikan, menerangkan bahwa semua itu termasuk iman
-
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka hendaklah ia berbicara yang baik atau diam. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka hendaklah ia memuliakan tamunya. (Shahih Muslim No.67) -
Hadis riwayat Abu Syuraikh Al-Khuza'i ra., ia berkata:
Nabi saw. bersabda: Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam. (Shahih Muslim No.69)
17. Mencegah kemungkaran itu termasuk iman, bahwa iman dapat
bertambah atau berkurang, bahwa memerintahkan yang makruf (kebaikan) dan
melarang kemungkaran itu wajib
-
Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra.:
Dari Thariq bin Syihab ra. ia berkata: Orang yang pertama berkhutbah pada hari raya sebelum salat Ied adalah Marwan. Ada seseorang yang berdiri mengatakan: Salat Ied itu sebelum khutbah. Marwan menjawab: Telah ditinggalkan apa yang ada di sana. Abu Said berkata: Orang ini benar-benar telah melaksanakan kewajibannya. Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran (hal yang keji, buruk), maka hendaklah ia mengubah kemungkaran itu dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Kalau tidak sanggup, maka dengan hatinya. Dan itu adalah selemah-lemah iman. (Shahih Muslim No.70)
18. Kelebihan orang beriman dan keunggulan penduduk
Yaman
-
Hadis riwayat Abu Masud ra., ia berkata:
Nabi saw. pernah memberi isyarat dengan tangan ke arah Yaman, seraya bersabda: Ingatlah, sesungguhnya iman ada di sana, sedangkan kekerasan dan kekasaran hati ada pada orang-orang yang bersuara keras di dekat pangkal ekor unta ketika muncul sepasang tanduk setan, yaitu pada golongan Rabiah dan Bani Mudhar. (Shahih Muslim No.72) -
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Penduduk Yaman datang. Mereka lebih halus hatinya. Iman ada pada orang Yaman, fikih ada pada orang Yaman dan Hikmah ada pada orang Yaman. (Shahih Muslim No.73)
19. Menjelaskan bahwa agama adalah nasehat
-
Hadis riwayat Jarir bin Abdullah ra., ia berkata:
Aku berbaiat kepada Rasulullah saw. untuk selalu mendirikan salat, memberikan zakat dan memberi nasehat baik kepada setiap muslim. (Shahih Muslim No.83)
20. Menerangkan kurangnya iman sebab maksiat dan kekosongan
iman pelakunya
-
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman. (Shahih Muslim No.86)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berhati-hati berkomentar sobat. Ini pesan saya